Ya, pesepak bola profesional memang mengenakan sepatu bot dengan kancing logam, tetapi hal ini tergantung pada kondisi permainan dan preferensi individu. Meskipun kancing logam pernah menjadi standar untuk semua pemain, alas kaki saat ini telah berevolusi, dan banyak pemain sekarang menggunakan sepatu bot dengan berbagai jenis kancing, termasuk kancing plastik. Namun, dalam kondisi tertentu, khususnya di lapangan yang lembut atau berlumpur, stud logam masih disukai karena daya cengkeramnya yang unggul.

Kancing Logam: Kancing logam, yang secara tradisional dibuat dari bahan seperti aluminium atau baja, digunakan untuk memberikan cengkeraman dan daya cengkeram ekstra, terutama di lapangan yang lunak, basah, atau berlumpur. Daya tahan dan desain logam membantu pemain mendapatkan daya cengkeram yang diperlukan untuk menghindari tergelincir saat bergerak. Sepatu bot ini sangat populer dalam kondisi seperti yang ditemukan di bulan-bulan musim dingin atau ketika bermain di lapangan rumput alami yang lebih tua.
Kancing Plastik: Sepatu bola modern sering kali dilengkapi dengan kancing plastik, atau yang lebih umum, kancing yang dicetak. Kancing ini lebih ringan daripada kancing logam dan lebih sering digunakan di lapangan rumput yang keras atau buatan, di mana daya cengkeramnya lebih sedikit. Kancing plastik juga memberikan kenyamanan yang lebih baik dan umumnya dianggap lebih aman daripada kancing logam, karena lebih sedikit risiko cedera saat terjadi benturan.
Kancing yang dapat dilepas: Beberapa pemain profesional mengenakan sepatu bot dengan kancing yang dapat dilepas, sehingga memungkinkan mereka untuk berganti dari logam ke plastik, tergantung pada kondisi lapangan. Fitur ini membuatnya lebih mudah untuk beradaptasi dengan berbagai cuaca dan kondisi lapangan, memastikan pemain mempertahankan performa yang optimal.
FIFA, badan sepak bola internasional, tidak melarang penggunaan kancing logam, selama sepatu tersebut aman untuk dimainkan. Wasit bertanggung jawab untuk memeriksa alas kaki sebelum pertandingan untuk memastikan bahwa sepatu tersebut memenuhi standar keselamatan. Jika sepatu pemain dianggap berbahaya (misalnya, jika kancing logamnya tajam atau tidak dipasang dengan benar), pemain tersebut tidak akan diizinkan untuk berpartisipasi dalam pertandingan.
Selain itu, konfigurasi dan panjang stud dapat memengaruhi risiko cedera. Faktanya, penelitian telah menunjukkan bahwa desain stud tertentu, terutama yang digunakan dalam sepak bola amatir atau tingkat bawah, dapat meningkatkan risiko cedera pada lutut dan pergelangan kaki karena cara stud mencengkeram tanah(studi NCBI tentang cedera olahraga).
Di tingkat profesional, pesepakbola memilih sepatu mereka berdasarkan beberapa faktor, seperti:
Kondisi Lapangan: Pemain biasanya memilih sepatu bot dengan kancing logam untuk lapangan yang lembut dan berlumpur untuk memastikan cengkeramannya tetap terjaga. Di lapangan yang kering dan keras, stud plastik lebih umum digunakan karena memberikan cengkeraman yang memadai tanpa terlalu agresif.
Posisi dan Gaya Bermain: Posisi dan gaya bermain yang berbeda juga memengaruhi pilihan sepatu. Sebagai contoh, pemain bertahan, yang sering membutuhkan daya cengkeram ekstra untuk melakukan tekel dan perubahan arah yang cepat, mungkin lebih memilih kancing logam. Sementara itu, penyerang dan gelandang dapat memilih sepatu yang lebih ringan dengan kancing plastik untuk pergerakan dan kelincahan yang lebih cepat.
Kenyamanan dan Preferensi Merek: Atlet profesional sering kali memiliki preferensi pribadi terkait kecocokan, kenyamanan, dan berat sepatu bot mereka. Banyak pemain papan atas yang disponsori oleh merek-merek seperti Nike, Adidas, dan Puma, dan pilihan sepatu bot mereka mungkin juga dipengaruhi oleh dukungan ini.
Meskipun pesepak bola profesional mengenakan sepatu bot dengan kancing logam, keputusan tersebut bergantung pada faktor-faktor seperti kondisi lapangan, sifat permainan, kenyamanan pribadi, dan peraturan keselamatan. Kancing logam masih menjadi pilihan populer untuk lapangan lunak, tetapi kemajuan dalam teknologi sepatu bot telah menghasilkan pilihan yang lebih luas. Pesepak bola saat ini menikmati lebih banyak fleksibilitas dalam memilih alas kaki yang meningkatkan performa dan keamanan.